Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Stop Kebiasaan Gigit Jarum Pentul

Infonow21- Jarum pentul adalah salah satu aksesoris yang tak pernah lepas dari penggunaan hijab. Karena jarum pentul ini dapat berfungsi untuk mengunci kerudung agar terpasang dengan sempurna. Kebiasaan yang sering terjadi adalah saat ingin memperbaiki kerudung yang rusak, seseorang kerap meletakkan jarum pentul tersebut di mulut mereka atau digigit yang jelas ini bisa berbahaya.

Stop Kebiasaan Gigit Jarum Pentul

Dikutip dari health.detik.com seorang wanita asal Depok, Jawa Barat, berusia 19 tahun mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Wanita tersebut tersedak jarum pentul saat tengah memperbaiki kerudungnya.

Diduga wanita tersebut menggigit jarum pentul saat memperbaiki kerudungnya dan tidak sengaja masuk ke dalam mulut yang menyebabkan jarum tersebut tersangkut di saluran pernapasan.

dr. Mohamad Fahmi, SpP(K),(Divisi Pulmonologi Paru dan Gawat Darurat Napas, RSUP Persahabatan) dokter yang menangani pasien tersebut mengatakan, pasien tersebut sempat mengalami batuk-batuk disertai bercak darah.

"Beliau (pasien asal Depok) termasuk yang cepat tanggap karena memang faktor usia sudah cukup dewasa. Jadi begitu tersedak jam 4 sore, beliau langsung ke rumah sakit setempat. Kebetulan di rumah sakit itu mungkin tidak memiliki alat bronkoskop, lalu mereka kirim ke kita dan kita kerjakan." ujar dr. Mohamad Fahmi, dikutip dari health.detik.com.

dr. Mohamad Fahmi juga mengatakan, bahwa kasus tersedak jarum pentul tersebut bukan yang pertama kali. Dirinya pernah menangani kasus yang sama, dimana jarum pentul tersebut tersangkut di saluran pernapasan selama 2 bulan lamanya
Selain itu dr. Mohamad Fahmi juga mengingatkan kepada para hijabers muda untuk tidak mengigit jarum pentul saat memperbaiki kerudung, cukup letakkan saja jarum tersebut di tempat yang semestinya seperti di meja bukan di mulut.

Karena jika sampai tersedak jarum atau benda-benda logam lainnya, penanganannya tidak boleh sembarangan dan harus ditangani oleh dokter, tidak boleh dilakukan sendiri ataupun orang disekitar. Jika tetap di paksakan penanganan tanpa medis, bisa menyebabkan keadaan korban semakin memburuk.

"(Tidak boleh) mencoba mengeluarkan (jarum pentul tanpa penanganan medis) karena itu bukan kompetensinya. Itu mungkin saja upaya untuk mengeluarkannya sendiri malah menjadi bencana buat pasien kalau dia terluka." Kata dr. Mohamad Fahmi, dikutip dari health.detik.com.