Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gejala Omicron yang Muncul, Hilangnya Nafsu Makan

Infonow21- Varian baru dari Omicron saat ini meningkat pesat diberbagai negara salah satunya di Inggris, dalam waktu 24 jam terakhir, telah tercatat lebih dari 10 ribu kasus infeksi terkait virus Corona B.1.1.529. Walaupun begitu, para ilmuwan sampai saat ini belum dapat mengetahui secara pasti, apa saja dampak dari varian Omicron, khususnya di tingkat keparahan penyakit.
Gejala Omicron yang Muncul, Hilangnya Nafsu Makan
Dari data yang dikumpulkan studi Inggris Zoe COVID Symptoms, ada beberapa gejala yang menjadi dominan pada varian Omicron dari pada varian Delta. Ilmuwan studi Zoe COVID Symptoms melihat hanya sekitar 50 persen pasien Omicron yang mengalami 3 gejala pada varian sebelumnya seperti demam, batuk, kehilangan indra penciuman dan perasa.

Selain 3 gejala tersebut, ahli mencatat gejala COVID-19 non klasik yang jarang ditemukan. Pasien yang terpapar Omicron yaitu mengeluhkan hilangnya nafsu makan.

Temuan ini sama dengan sejumlah kecil data dari kontributor yang memberi laporan bahwa hasil tes PCR positif mereka dicurigai atau dikonfirmasi terinfeksi Omicron.

"Ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, karena pemerintah Inggris tidak pernah memperbarui panduan tentang gejala COVID-19 di luar tiga gejala klasik. Beberapa bulan yang lalu, Studi ZOE COVID membantu mengidentifikasi lebih dari 20, sebagian besar gejala ringan seperti pilek," catat para ilmuwan ZOE.

Ada 5 gejala teratas yang dilaporkan dalam Zoe COVID Symptoms diantaranya:
  1. Pilek
  2. Sakit kepala
  3. Kelelahan (ringan atau berat)
  4. Bersin
  5. Sakit tenggorokan.
Selain itu, kabut otak juga kerap dilaporkan dalam studi. Yang artinya, pasien sering merasa kebingungan, menjadi pelupa, dan kurang fokus.

Pada setiap laporan di dalam aplikasi didasarkan pada data pasien, para ilmuwan akan melakukan penelitian lebih lanjut tentang profil gejala Omicron dalam beberapa minggu mendatang.

Seberapa bahaya Omicron?
Ketika kasus meningkat, proporsi rawat inap dan kematian terlihat menurun di sebagian besar negara dimana Omicron telah terdeteksi.

"Sejauh ini, kami tidak menerima laporan dari orang-orang yang dirawat di rumah sakit atau menderita gejala parah dengan dugaan infeksi Omicron," catat para ilmuwan ZOE.

Sumber: detikHealth