Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Halusinasi & Paranoia, Akibat Tak Tidur Selama 11 Hari

Infonow21- Pada tahun 1963, ada seorang anak laki-laki yang berasal dari Amerika Serikat (AS) Randy Gardner, telah memecahkan rekor dunia, yaitu tidak tidur selama 11 hari 25 menit (264,4 jam). Anak laki-laki ini berhasil memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh DJ Tom Rounds di Honolulu, Hawaii yang juga memecahkan rekor tidak tidur selama 260 jam atau kurang dari 11 jam.

Halusinasi & Paranoia, Akibat Tak Tidur Selama 11 Hari

Eksperimen ini berawal dari ide Randy dan Bruce McAllister, yang pada awalnya ingin mempelajari efek kurang tidur. Setelah berdiskusi lama, akhirnya mereka melempar koin untuk menentukan siapa yang akan menjadi eksperimen proyek. Dan ternyata Randy kalah dalam undian tersebut dan bersiap menjadi objek eksperimen percobaan tersebut.


Eksperimen menarik banyak perhatian

Eksperimen ini ternyata menarik banyak perhatian peneliti dari Universitas Stanford, Dr William C. Dement. Seandainya saja bukan dikarena media lokal yang memberitakan mereka, eksperimen ini bisa saja berakhir dengan tidak ada kejelasan.

"Saya mungkin satu-satunya orang di planet ini pada saat itu yang benar-benar melakukan penelitian tidur," jelas Dement kepada BBC.

"(Orang tua Randy) sangat khawatir bahwa ini mungkin sesuatu yang benar-benar berbahaya untuknya. Karena pertanyaannya masih belum terpecahkan, apakah jika kamu pergi tanpa tidur cukup lama kamu akan mati," lanjutnya.

Dari permintaan orang tua Randy ini, percobaan akhirnya diawasi oleh Dement, serta Lt. Cmdr. John J. Ross dari Unit Penelitian Neuropsikiatri Medis Angkatan Laut AS di San Diego untuk memantau kesehatan Randy selama eksperimen berjalan.

Cara untuk membuat Randy tetap terjaga, tim mengajak Randy bermain pinball, bola basket, serta melarangnya untuk berbaring, dan membuatnya terus berbicara melalui pintu toilet setiap kali ia pergi ke kamar mandi, agar dia tidak tergoda untuk tidur siang di toilet.

Pada awal percobaan, semuanya berjalan dengan baik bagi anak laki-laki yang hanya berusia 16 tahun pada saat penelitian tersebut.

Tetapi, pada percobaan hari ke-2, nampaknya Randy mengalami kesulitan untuk menentukan objek dengan sentuhan. Pada hari ke-3, Randy menjadi murung dan berjuang keras melakukan tongue twister atau menyebutkan kata atau kalimat yang sulit diucapkan.

Pada hari ke-4, penyimpangan memori dan halusinasi terjadi pada Randy. Saya berhalusinasi bahwa saya adalah pemain football kulit hitam terkenal, Paul Lowe, dari San Diego Chargers," tulisnya di Esquire beberapa tahun kemudian.

"Teman-temanku berpikir itu lucu, karena beratku 130 pon (59 kilogram)," lanjutnya.

Halusinasi berkelanjut pada keesokan harinya, Randy melihat ada jalur hutan di depannya, suatu pemandangan yang tidak dikenalnya.

"Tidak ada lagi tertinggi, hanya terendah dari yang terendah. Rasanya seperti seseorang mengambil amplas ke otak saya. Tubuh saya bisa bergerak dengan baik, tapi pikiran saya seperti ditembak," papar Randy.

Beberapa hari kemudian, cara berbicaranya menjadi lambat dan mulai tidak jelas, disertai dengan ingatannya yang semakin memburuk. Randy berbicara, kemudian berhenti berbicara, entah mengapa ia lupa dengan apa yang ingin dibicarakan atau diinterupsi oleh pemikiran barunya. Randy juga mengalami paranoia, seperti yang dirasakan oleh orang-orang yang kesulitan tidur.

Hari terakhir, Randy menjadi kurang berekspresi. Ia juga memerlukan dorongan terus-menerus untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, dengan nada monoton. Hasil tes pada kemampuan mentalnya berhenti dengan sangat cepat, karena pada akhirnya dia akan melupakan apa yang ia lakukan.

Tetapi, ia tampaknya tidak menderita banyak efek buruk, setelah mendapatkan rekor dunia baru ia berhasil melewati siang dan malam tanpa tidur.

Kesimpulan dari eksperimen yang dilakukan Randy adalah, selama tidak tidur, area otaknya juga tertidur sepanjang waktu. Efek yang sama juga ditujukan pada percobaan tikus, dengan subset neuron korteks dimatikan membuat tikus tetap terjaga melakukan aktivitasnya.